Post Icon

Perbedaan 1 Syawal sebuah rahmat atau tidak?


Setelah dilangsungkan sidang itsbat yang dihadiri oleh para tokoh kyai dan ormas islam akhirnya pemerintah memutuskan bahwa tanggal 1 syawal jatuh pada hari Rabu, 31 Agustus 2011, meskipun salah satu ormas islam hari selasa berlebaran bahkan sebelum diadakan sidang itsbat sudah ada kelompok islam yang melaksanakan sholat idt. Patut kita cermati bahwa perbedaan inilah yang selama ini membuat ummat islam terpecah dan dalam hal ini pemerintah yang harus meluruskan karena pemerintah adalah pemimpin, ulul amri, kholifah yang harus di taati.

Benarkah perbedaan hari lebaran adalah sebuah rahmat? Mari kita lihat fenomena yang terjadi di masyarakat karena adanya perbedaan itu.

1. Terjadi kebingungan di masyarakat.
Masyarakat telah disibukkan oleh berbagai persiapan menjelang idul fitri dan dari bikin ketupat sampai persiapan takbir keliling. Masyarakat was-was dan menjadi bingung menunggu keputusan pemerintah, sungguh jika hari lebaran dan perayaan takbir keliling secara serentak bagaimana kemeriahan bangsa indonesia dengan ucapan takbir. semua orang bertanya-tanya kapan pasti

2.Kemeriahan berkurang
Karena dilaksanakan pada dua hari yang berbeda, jelas kemeriahan hari lebaran berkurang dan pasti satu sama lain ada rasa saling menyinggung. Inikah perbedaan padahal ummat islam mendambakan persatuan dan kesatuan demi agungnya kalimat Allah. Padahal Rasulullah SAW memerintahkan ummatnya untuk memeriahkan secara bersama-sama hari kemenangan.

3. Banyak yang taqlid buta atau sekadar ikut-ikutan.
Buah dari kebingungan akan perbedaan ini adalah sikap ikut-ikutan tanpa memahami dasar argumentasi kedua pendapat yang berbeda itu. Banyak yang karena sudah capek puasa memilih untuk lebaran lebih awal. Ada yang menganggap kalau cuma 29 hari Ramadhan puasanya belum cukup jadi lebarannya hari kedua saja agar puasanya bulat jadi 30 hari. Bahkan di kalangan anak-anak muda yang pemahaman agamanya minim muncul guyonan ‘yang lebih duluan lebaran, lebih duluan pula masuk surga’!

Di tengah krisis kepercayaan kepada pemerintah, bisa jadi pula banyak yang tidak mengikuti ‘lebaran pemerintah’ karena mereka selama ini telah kehilangan kepercayaan kepada penguasa sehingga apa yang diputuskan oleh pemerintah tidak mereka ikuti.
Melihat ketiga fenomena tersebut di atas, masihkah kita memandang bahwa perbedaan waktu hari raya Idul Fitri adalah sebuah rahmat?

Semoga ini semua menjadikan pelajaran bagi para kyai dan pemimpin untuk bisa menyatukan pendapat agar rakyat tidak lagi kebingungan dan taklid buta. Dihari yang penuh berkah ini rakyat mengharapkan setelah idul fitri kondisi ekonomi maupun politik dan hukum akan sejalan dengan apa yang diharapkan sehingga bangsa indonesia ini menjadi bangsa yang bertabat yang ekonominya gemah limpah loh jinawi toto titi tentram karto raharjo. Semoga perbedaan ini menjadikan jalan untuk bersatu demi meraih keridhoaan Allah swt.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H.
Salam ma'af
by
ipunk Xp

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS