Post Icon

Aku Dan Robbku


“Ingatlah Allah dimanapun engkau berada” saya kurang tahu kalimat tersebut Nas Alquran atau hadist Rasulullah swt karena begitu saja terlintas dalam anganku. Tetapi yang terpenting adalah makna yang terkandung didalamnya yang menghimbau saya dan keluarga untuk selalu mengingat Allah dzat yang menciptakan jasad dan ruh dimanapun berpijak dan kapanpun mata dan hati mengingat.

Saya juga mendengar hadist dari seorang ustad kondang disalah satu stasiun tv “Basahilah lidahmu dengan dzkir” saya sering mendengar hadis tersebut tapi untuk mengucapkan dzikir sungguh sangat berat padahal pahala mengingat Allah dengan berdzikir pahalanya sangat besar dan tiada terkira.

Sebaik-baik dzikir adalah “Laaaaaailaaahailaaallah” sungguh balsan apa yang saya terima jika saya mengucapkan 3x dalam sehari yang pasti bukan uang, kekayaan atau duniawi Tetapi catatan pahala disisi Robbul Izzati melebihi isi dunia ini…

Akupun berfikir jika aku selalu mengingat Allah dengan berdzikir dimanapun berada aku tak dapat membayangkan pahala yang seabrek –abrek, melimpah dan apa yang terjadi jika pahala tersebut diletakkan di bumi. Dalam suatu riwayat dikatakan “Bumi akan menangis tidak kuat menahan beratnya dan gunung2 akan hancur menahan besarnya pahala” Aduhaii Allah betapa engkau memuliakan dan memudahkan hambaMU untuk mencari ridhaMU.

Terkadang saya jenuh dengan kehidupan ini, perilaku manusia yang semprawood, dunia yang gonjang-ganjing, dan tetebengeknya..Saya masih mencari secerca harapan barang kali ditengah telaga masih tersimpan keindahan, ketenanagan batin untuk menguatkan hati ini selalu dan selalu berdzikir.

Disisi lain aku ingat mati dengan jasat tak bernyawa tak berarti, tak berdaya, tak berguna, tak ada henti-hentinya ruh menangis takut,sedih karena tiada bekal kebaikan amal sholeh.

Jika yang demikian terjadi pada diri saya…..

Sungguh amat rugi hidup ini

Tiada amal tiada keindahan

Tiada surga neraka sudah di depan mata.

Para malaikat pasti menghina

Karena hidup ini tak berarti..

Robby….sekiranya bulan ramadhan ini engkau telah mengampuni semua dosa2dosaku, aku ingin kembali menjalani kehidupan sesuai syareatmu Robbyy..

Robby..biarkan aku menjadi milikMu selamanya, Menyatu dalam firman-firmanMU.

Ipunk..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Ketika Kita Harus Berpisah


Setiap hari kita selalu merasakan pertemuan dan perpisahan. Bertemu dengan keluarga, tetangga, rekan kerja, maupun dengan orang-orang yang belum kita kenal sebelumnya. Pertemuan rutin ini, diakhiri dengan perpisahan rutin pula. Dalam keluarga misalnya, dengan masing-masing aktifitas yang berbeda antar anggota keluarga, ada saatnya mereka pergi keluar rumah dengan tempat tujuan berbeda yang mengharuskan mereka harus berpisah. Setelah itu mereka bertemu dalam kumpulan keluarga kembali.

Begitulah perpisahan antar anggota keluarga selalu kita rasakan setiap kala. Demikian pula halnya dengan rekan kerja, setiap hari kita merasakan pertemuan dan perpisahan itu, pagi dan senja.

Berpisah memang merupakan satu yang pasti dialami oleh setiap manusia yang pernah bertemu. Bagai dua kutub berlawanan, pertemuan mengharuskan adanya perpisahan maupun sebailknya.

Pada dasarnya ketika seseorang saling bertemu baik secara individu maupun kolektif, maka ketika itu mereka mesti menyadari sejak awal bahwa mereka akan berpisah entah kapan, baik untuk sementara maupun selamanya sepapahit apapun dirasa.

Berpisah bisa secara rutin, untuk jangka waktu dekat, bisa juga untuk jangka waktu yang cukup lama bahkan bisa jadi perpisahan selamanya. Illustrasi di atas adalah contoh jenis perpisahan yang pertama yakni perpisahan rutin atau berkala. Perpisahan dalam waktu yang cukup lama misalnya perpisahan seseorang dengan rekan studi setelah kelulusannya, perpisahan antar rekan kerja setelah keluarnya, dan lain sebagainya.

Perpisahan untuk jangka waktu yang lama misalnya ketika seseorang maninggalkan kita berpindah menuju alam barunya (alam qubur –red). Perpisahan untuk jangka waktu selamanya adalah perpisahan hakiki antara kebenaran dan kebathilan, antara keimanan dan kekufuran, antara tauhid dan syirik. Secara hakiki, keduanya tidak mungkin bertemu untuk selamanya. Sebab, keduanya adalah perpisahan antara kebahagiaan dan kesedihan.

Keadaan ini menuntut pelakunya berpisah untuk selamanya. Di akhirat kelak, mereka juga tidak pernah bertemu lagi kecuali dialog-dialog singkat kesenangan dan penyesalan antara penghuni surga dan neraka. Alloh SWT menggambarkan dialog singkat itu, di antaranya:

Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): 'Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami janjikankepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?' Mereka (penduduk neraka) menjawab: 'Betul'. Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: 'Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang lalim, (yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat.'

Penghuni neraka menyeru penghuni surga:


'Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu'. Mereka (penghuni surga) menjawab: 'Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir, (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka'. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

Salam

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Aku Kembali PadaMU Yaa Robby

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Nabi bersabda:

"Setiap amal yang dilakukan anak Adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta'ala berfirman, 'Kecuali puasa, itu untuk-Ku dan Aku yang langsung membalasnya. la telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karena-Ku.' Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kesturi."

Betapa indahnya hadis Rasulullah saw yang mengabarkan kenikmatan bagi orang2 yang berpuasa dengan balasan pahala yang tiada terkira langsung dari Allah Azza Wajalla. Dari itulah kenikmatan yang maha dahsyat yang terbaik dari beberapa bulan yang patut kita pelihara dengan beribadah sebagai bagian dari menegakkan kalituallah.

Allah swt telah menjanjikan barang siapa yang berpuasa dengan mengharap keridhoaan semata, maka balasan pahala yang tiada terhitung langsung diberikan oleh Allah kepada hambanya. Sungguh kemuliann yang tinggi bagi ummat Muhammad. Puasa bukan hanya menahan makan,minum, syahwat tetapi puasa adalah kembalinya ruh jiwa kita di sisi Allah, agar supaya ummat islam mengapdikan diri kepada yang maha pencipta dan keihlasan dalam beribadah adalah kunci membersihkan hati dan fikiran dari hal2 yang merusak iman.

Dengan Ramadhan ini marilah kita menundukkan pandangan menata hati selembut sutra untuk berbagi bersama dalam keimanan dan ketaqwaan. Tersenyum dan selalu membasahi bibir dengan kalimat2 Allah yang senantiasa menenangkan dan menentramkan jiwa. Hanya itulah yang dapat kita kerjakan untuk memperbaiki diri dari segala dosa dan fitnah. Dari segala kehinaan dan kemungkaran dan dari kelalaian dan pengabaiaan.

Saudaraku seiman yang hari ini menjalankan puasa pertama kali semoga puasa ini menjadikan diri dan keluarga terhindar dari api neraka dan fitnah2 dunia .

Jakarta Ramadhan 1431 H.

Salam…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

HARIMU ADALAH HARI INI


Berserah Diri Kepada Allah swt

Begitu bahagia ketika dirimu terbangun dari tidur pagi dan engkau tidak melupakan apa yang harus engkau kerjakan. Tersenyumlah....karena malikat-malaikat menyambutmu dengan mesra dan batinmu begitu riang saat adzan subuh dikumandangkan.

Wahai saudariku...berserah dirilah kepada dzat yang menciptakan karena dirimu akan milihat fenomena hidup yang sebenarnya jauh dari apa yang telah engkau fikirkan kemarin, yang munkin telah engkau catat dalam buku harianmu mulai engkau terbangun dari tidur hingga dirimu tidur kembali. Sungguh hari ini akan berbeda dari kemarin.

Hanya kekuasaan-Nya hari ini akan berubah bahkan jauh diluar akal manusia. Saudariku....yang beriman, Allah maha tau atas hamba-hambanya yang beriman maka diwaktu pertamamu sucikanlah nama Tuhanmu yang maha tinggi yang menciptakan waktu dan yang maha pemberi petunjuk.

Saudariku....berserah diri itu indah karena apa yang akan kita lakukan telah tertulis dengan tinta emas di lauhil mahfudz.

Saudariku....berserah diri adalah kesabaran dan kesabaran itu laksana pejuang yang gagah perkasa dan yakin menang yang bisa kita jadikan sebagai senjata melawan hawa nafsu dan kemudhorotan yang tiada guna.

Katakanlah pada hatimu jika waktu pertamamu menjadi gundah gulana maka hendaklah bersujut memohon ampuh dari segala dosa.
Bertasbihlah sesungguhnya yang demikian itu bisa meringankan beban difikiranmu dan buktikan bahwa kekuatan lafad tasbih akan membawamu pada jalan kebaikan. Karena sesungguhnya para malaikat bertasbih kepada Allah dan mendoakan orang-orang mukmin.

(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala . (QS.Al-Mu’min :7)


Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS.Al-Mu’min :8)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS